• noreply@kash-vc.com

  • 031- 87855714

  • Point : 0

Mau Lakukan Bisnis di Era New Normal? Perhatikan 6 Hal Ini

  • Jul 15, 2020

Selamat datang di era new normal. Setelah pandemi berlangsung berbulan-bulan di Indonesia, inilah saat di mana masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas normal namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adanya kehidupan new normal, tentu saja mengubah perilaku masyarakat sehari-hari. Di era ini, orang-orang akan sangat berhati-hati tidak hanya dari segi ekonomi, tapi pengambilan keputusan kegiatan sehari-hari seperti transportasi, dan makanan.
Lalu, bagaimana dengan para pebisnis di era new normal? Tentu saja, supaya tetap bisa bertahan, para pebisnis harus siap beradaptasi mengikuti keadaan new normal yang berlangsung.

Berikut adalah 6 hal yang harus diperhatikan bisnis di era new normal.

1. Tenaga Kerja

5ece1bfeb58e8

Pertama, supaya bisnis di era new normal tetap berjalan baik cobalah untuk menentukan kelompok kegiatan produksi yang masih dapat beradaptasi.

Caranya, dengan menetapkan karyawan mana yang melakukan pekerjaan produksi tersebut, dan mana karyawan yang memiliki keterampilan untuk mendukungnya.

Dengan melakukan hal ini, kamu bisa melihat kesenjangan dalam keterampilan tenaga kerja dan mencari jalan untuk mempercepat upskilling dalam rangka menutupi celah bisnis agar dapat terus berjalan.

Memang, adanya kekhawtiran akan likuiditas keuangan menyebabkan banyak bisnis mempertimbangkan adanya PHK atau Pemutusan Hubungan kerja. Tak bisa dipungkiri bahwa untuk beberapa bisnis hal ini tidak dapat dihindari.

Namun, efisiensi tenaga kerja juga dapat membantu bisnis kamu melewati masa new normal, saat ini adanya program pemerintah dan keringanan pajak, memungkinkan kamu untuk menggunakan PHK sebagai upaya terakhir.

 

2. Pertimbangkan Perihal Manajemen Krisis

shutterstock 776658194

Bisnis di era new normal tentu membutuhkan peran manajemen krisis. Kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki tim manajemen krisis yang berdedikasi.

Tim ini penting adanya untuk mengelola tantangan terbaru yang ada di pasar dan memberikan informasi terkini seputar fakta di luar kepada para pemimpin dan karyawan.

Tujuan adanya tim ini adalah untuk memastikan semua stakeholder, pelanggan dan pemasok hingga manajemen mendapatkan informasi tepat sebelum melakukan keputusan bisnis.

Setelah hal ini dilakukan, tentu akan lebih mudah untuk bisnis menilai resiko-resiko yang mungkin terjadi dan melakukan penyesuaian yang dibutuhkan.

Saat ini banyak bisnis yang kesulitan dan merugi karena COVID-19, dan menganggu rantai pasokan bisnis.

Melakukan bisnis di era new normal ini, kamu harus bertindak cepat dan memastikan bahwa proses produksi dan pengelolaan stok tidak terpengaruh oleh lockdown/karantina wilayah yang menyebabkan barang tak dapat dikirim atau lama proses pengirimannya. Khususnya kalau bisnismu mengharuskan kamu untuk mengirim ke luar kota.

Terus periksa ketersediaan bahan baku dan secara tepat menganalisis permintaan yang melembat akibat pandemi. Supaya bahan baku juga tidak terbuang percuma.

Tapi di balik itu, kamu juga harus menyiapkan rencana jika pesanan dan permintaan mulai tumbuh di masa new normal.

 

3. Pajak dan Perdagangan

pajak2

Saat pandemi menyerang, pemerintah memberikan insentif pajak kepada wajib pajak yang terdampak wabah virus COVID-19.

Adanya pemberian insentif ini adalah upaya pemerintah untuk membantu pelaku bisnis yang produktivitasnya menurun selama pandemi.

Tak hanya itu, bank Indonesia juga memberikan kebijakan akan penundaan angsusan pokok dan memberikan subsidi bunga untuk kredit usaha menengah.

Banyak kebijakan pemerintah yang bisa kamu gunakan sebagai pebisnis untuk menghidupkan kembali operasi bisnis di era new normal.

 

4. Keuangan dan Likuiditas Perusahaan

harga pokok penjualan 770x509

Supaya bisnis saat new normal tetap bisa berjalan dengan baik, pengelolaan likuiditas yang baik haruslah menjadi prioritas utama.

Adapun pengelolaan likuiditas ini mencangkup perkiraan arus kas jangka pendek. Selalu tinjau dan pantau arus kas saat ini dan berkelanjutan di masa new normal.

Siapkan juga daftar supplier utama dan pembayaran mendesak yang harus dilakukan untuk keberlangsungan operasional. Cari tahu bagaimana kamu dapat menghemat uang dan menekan pengeluaran.

Selanjutnya, setelah analisis likuiditas kamu bisa melakukan pengamanan kas menggunakan kebijakan-kebijakan yang diberikan pemerintah.

Mulai keringanan pajak, pinjaman berbunga rendah hingga restruktur kredit.

 

5. Kembangkan Strategi Pemasaran

digital marketing adalah

Bisnis saat new normal bisa dibilang menyebabkan keuangan belum stabil. Maka dari itu, pertimbangkan untuk membuat cara-cara baru yang bisa membuat bisnis kamu tetap berjalan di masa new normal.

Misalnya, menjual produk secara online dan menerapkan gratis biaya ongkir.

New Normal adalah Era di mana internet memegang peranan yang sangat penting. Tentu saja kamu sudah merasakan, bagaimana koneksi internet bisa membuat kamu tetap bisa “hidup” dan menjalin hubungan dengan teman, kolega atau konsumen walaupun tidak bertemu secara tatap muka.

Nah, rupanya di era ini, cara online masih dinilai ampuh untuk diterapkan pada bisnis.

Adanya protokol kesehatan ketat yang dilakukan pemerintah, membuat banyak orang masih mengandalkan membeli makanan secara online untuk sehari-hari, entah itu melalui aplikasi atau media sosial.

Pelajari cara kerja e-commerce yang tersedia seperti Shopee, Tokopedia dan lainnya. Bisa juga kamu bekerja sama dengan aplikasi pesan makanan online yang ada.

Memerlukan modal tambahan untuk bisnis di era new normal? Jangan gengsi, hal ini adalah keputusan yang bijak kok untuk membuat bisnis kamu tetap bertahan.

Demi menjaga kestabilan laju bisnis di era new normal, kamu dapat mengajukan pinjaman bisnis ke lembaga keuangan yang terpercaya.

 

Related Post